Selamat Datang di Tech4Water

Tech4Water adalah Situs Informasi Hidrologi Telemetri

Sistem ini dibangun oleh Tim Pengembangan Sistem Peringatan Banjir dini dengan Kelompok Kerja yang terdiri dari : Pusat Penelitian dan Pengembangan Sumber Daya Air, PT. INTI, UNDIP dan ITS
Badan Hukum yang bertanggung jawab : Direktorat Jenderal Sumber Daya Air, Pusat Penelitian dan Pengembangan Sumber Daya Air, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat
Komite Pengarah : Direktur Jenderal Sumber Daya Air, Direktur Sungai, Danau dan Waduk, Direktorat Jenderal Sumber Daya Air; Direktur Jenderal Pos Pelayanan dan Telekomunikasi, Departemen Komunikasi dan Informatika; dan Direktur Air dan Irigasi, Bappenas

Site Name :
Koica_awlr_SolokanJeruk
Watershed :
Citarum
Elevation : 123.00 dpl
Lat : -6.99347 Lng : 107.724
Time : 2018-11-18 00:10:00
Rainfall : 0 mm
Status : Normal
Station Type :
Pos Duga Air (PDA) atau AWLR (Automatic Water Level Recorder)

 

 

 

Pos Hidrologi Telemetri

DAS : Sungai :

Riset Peralatan


Daftar Pengembangan Peralatan

Sinkronisasi Database Telemetri

Pengembangan Teknologi Sinkronisasi Database Telemetri dibangun untuk memperkuat kepastian perolehan pengumpulan data.  Teknologi ini dapat mengurangi biaya operasional pengiriman pesan data dan memastikan kesetaraan data antar server.  Teknologi ini beroperasi menggunakan koneksi jaringan internet yang dapat dioperasikan secara mandiri maupun teleview.  Selain untuk menekan biaya operasional pengiriman pesan SMS, pada sistem ini dapat disematkan integrasi data antar server sekaligus backup data.  Sistem Sinkronisasi database menggunakan piranti lunak SQLYog dengan mengaktifkan fungsi task-scheduler.  Uji coba pertama sistem ini pada BBWS Citarum dengan hasil : waktu sinkronisasi selama 120 detik.  Teknik sinkronisasi dengan SQLYog mendukung kesetaraan data yang sama baik agent data maupun record data dibandingkan dengan pengiriman File Transfer Protokol (FTP)

Modul sensor kinerja voltase

Deteksi offline sistem pada sub sistem remote station melalui monitoring kinerja voltase GPA lebih merupakan preventif deteksi dini offline sistem pada hardware GPA.  Dalam rangka mengantisipasi secara preventif kerusakan alat atau offline system pada GPA maka di kembangkan sistem pendeteksi voltase yang berfungsi untuk memonitor voltase kerja pada alat GPA.  Sistem pendeteksi voltase ini meliputi pembuatan modul dan setting configuration pada GPA.  Voltase minimal untuk kinerja GPA sensor pada Pos Hidrologi agar dapat bekerja dengan baik adalah 11,8 volts.  Kerusakan peralatan telemetri pada pos sensor adalah apabila pada kondisi kinerja voltase GPA dibawah angka minimal voltase.  Kondisi peralatan telemetri perlu selalu di monitor statusnya dalam melakukan kinerja pengamatan dan pengiriman data hidrologi ke pusat data, baik ke server BBWS/BWS maupun kepada server pusat

Pengukur Tinggi Muka Air tipe Tekanan

Instrumen untuk mengukur tinggi muka air berdasarkan prinsip tekanan, yaitu mengubah tekanan hidrostatis air pada diafragma sensor menjadi amper/voltase, analog tekanan diafragma menjadi diskrit digital amper/voltase yang diterjemahkan menjadi dalam sistem satuan metrik milimeter/sentimeter tergantung pada tingkat akurasi yang dibutuhkan.  Pengukur tinggi permukaan air tipe float Hydrotech merek HWL01 Model dirancang dengan tingkat akurasi 4-20 mA atau 0.5 to 2.5 VDC dengan 125 ohm resistor pada rentang pengukuran 0-10 meter atau 0-5 meter yang sesuai keperluan data hidrologi . Sensor ini dapat kompatibel dalam sistem logger digital. Komponen sensor terbuat dari bahan aluminium anti karat terdiri dari komponen sensor dan terhubung dengan kabel DC serta selang udara

Pengukur Curah Hujan tipe Tipping Bucket

Pengukur Curah Hujan dengan tipe tipping bucket tipe model HRG01 Hydrotech yang dirancang dengan tingkat akurasi 0,5 mm untuk setiap tip yang sesuai kebutuhan akurasi data hidrologi.  Instrumen ini mengukur jumlah dan intensitas hujan.  Berbagai jenis hujan pada dasarnya diukur dengan ketebalan vertikal air yang merupakan akumulasi ketinggian air pada saat hujan turun di permukaan lapangan dengan luas cuplik pada umum 200 cm2. Hujan diukur dalam sistem metrik satuan milimeter. Sensor ini kompatibel dengan sistem logger/GPA/SCU digital

Tentang Kami

Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 24 2007 tentang Penanggulangan Bencana menyatakan bahwa Tanggap Darurat Bencana dan pemulihan dilakukan dengan mobilisasi yang efektif dari semua sumber daya.  Bencana Banjir menyebabkan banyak kerugian dan kerusakan pada kehidupan serta properti.  Dalam rangka mengurangi dampak negatif tersebut, sistem peringatan dini banjir menggunakan peralatan telemetri sangat diperlukan.  Terkait bencana tersebut, Menteri Pekerjaan Umum mengeluarkan Keputusan Nomor 238A/KPTS/M/2006, tanggal 31 Mei 2006 tentang Pembentukan Tim Pengembangan Sistem Peringatan Banjir dini dengan Kelompok Kerja yang terdiri dari : Pusat Penelitian Sumber Daya Air, PT . INTI, UNDIP dan ITS; Badan hukum yang bertanggung jawab : Direktur Jenderal Sumber Daya Air, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, Pusat Penelitian dan Pengembangan dan Komite Pengarah : Direktur Jenderal Sumber Daya Air, Kementerian Pekerjaan Umum; Direktur Sungai, Danau dan Waduk, Direktorat Jenderal Sumber Daya Air; Direktur Jenderal Pos Pelayanan dan Telekomunikasi, Departemen Komunikasi dan Informatika; dan Direktur Air dan Irigasi, Bappenas.
Kriteria Peralatan : Teknologi sistem peringatan dini banjir dikembangkan harus sesuai dengan kondisi di Indonesia. Perancangan peralatan telemetri tersebut harus merupakan produk nasional murni yang kompetitif, untuk mengurangi ketergantungan komponen pada produk asing.


Skema Sistem Jaringan Telemetri Tech4water


Tim Kerja


Daftar Tim Kami:

Kementerian Pekerjaan Umum

Pusat Penelitian dan Pengembangan Sumber Daya Air Kementerian Pekerjaan Umum